
Dalam rangka kembali menyemai rasa kekeluargaan dan temu kangen serta menyemarakkan nuansa Ramadan, keputrian Tebuireng Center Kairo mengadakan buka bersama di kediaman Mas Ilmanuddin yang merupakan senior sekaligus mantan ketua TC periode 2014-2016 di Darb El-Ahmar pada Sabtu, 22 April 2022.
Agenda kumpul disepakati pada pukul 17.00 WLK sore, sebanyak 23 anggota kepututrian TC turut hadir dapam acara bukber ini. Sembari menunggu adzan maghrib dan waktu berbuka, acara diisi dengan perkenalan Mbak Ni’matul Husna, istri Mas Ilman yang baru 6 bulan menginjakkan kakinya di bumi Kinanah ini. “Alhamdulillah, ya rasanya betah dan nggak betah. Habis ini sering-sering main ke sini, lhoo,” ucap beliau sembari menyeringai.
Bukber kali ini turut dihadiri pula oleh pasangan manten anyar Gus Ali Al Ghifari dan Mbak Hanna Jakfar. Dalam ngobrol santainya, Gus Al memberikan sedikit sentilan kepada kaum single yang satu majelis dengannya, “Jodoh itu ndak kemana, Mbak. Nggak perlu risau, kalo sudah jodoh ya pasti mudah saja jalannya.” Sontak saja hal tersebut mengundang gelak tawa para kaum jomlo yang hadir. Tanpa dipungkiri memang kaum-kaum jomlo inilah yang sering merisaukan perihal jodohnya. Padahal, menurut duo pasangan manten anyar ini, kalau memang sudah jodohnya sesulit apapun jalannya pasti dipermudah oleh Allah SWT.
Menurut pasangan Mas Ilman dan Mbak Husna pun sama, mereka turut mengamini apa yang dikatakan oleh Gus Al tersebut. Bahkan menurut mereka pun, kehidupan pasca menikah akan mengenalkan diri kita pada pasangan secara mendalam. Maka, alangkah baiknya jika masa muda tidak dihabiskan hanya untuk merisaukan urusan jodoh saja, namun dipergunakan untuk lebih fokus dalam belajar dan mengaji, serta melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat lainnya.

Guyonan demi guyonan meramaikan suasana. Gelak tawa pun tak henti-hentinya memenuhi ruangan kediaman Mas Ilman dan Mbak Husna. Sampai tibalah Adzan Maghrib, dan acara dilanjutkan dengan takjil bersama serta menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing anggota keputrian TC, dan sambutan Mas Ilman selaku tuan rumah. Ia menyampaikan bahwasanya anggota TC memang tidak seluruhnya lulusan Tebuireng. Namun, hal tersebut bukanlah masalah. Jika kita meneladani semangat juang dan dakwah Mbah Hasyim, beliau sebagai Kyai seluruh santri Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai luhur persatuan dalam keberagaman.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Lalu seluruh anggota keputrian pun undur diri guna melanjutkan kegiatan individunya masing-masing.
