Latest posts

  • Bukankah Damai Itu Indah(?)

    Beberapa hari yang lalu, dilansir dari CNN Indonesia, pasukan tentara Israel melempar granat suara saat warga Palestina yang sedang merayakan peringatan Isra Miraj, kejadian tersebut mengakibatkan seorang remaja perempuan terluka. Sebagaimana yang kita ketahui bersama konflik Palestina-Israel ini masih berlanjut hingga sekarang. Tak hanya itu, konflik semacam ini juga terjadi di belahan bumi lain, seperti…

    Read more

  • Instagram Masisir, Milik Pribadi atau Milik Bersama(?)

    “Mahasiswi Mesir itu kalau punya instagram, mbok ya dimanfaatkan dengan baik. Share ilmu-ilmu yang didapat disana, biar yang di Indonesia juga bisa belajar dari instagramnya” Ini merupakan salah satu bentuk stigmatisasi dari kebanyakan masyarakat Indonesia memandang Masisir adalah ‘panutan’ entah untuk masyarakatnya kelak, atau bahkan sekadar menjadi panutan di antara teman-teman tongkrongannya. Entah kenapa seakan-akan…

    Read more

  • Nikah Muda; Antara Menghindari Zina dan Kesiapan Menikah

    Banyak orang yang memilih untuk menikah di usia yang terbilang muda. Bahkan fenomena nikah muda dalam beberapa tahun belakangan menjadi tren yang terus meningkat. Data dari Katadata menyebutkan bahwa pada tahun 2018, pernikahan muda ditemukan di seluruh bagian Indonesia. Sebanyak 1.184.100 perempuan berusia 20-24 tahun telah menikah di usia 18 tahun. Beragam faktor melatarbelakangi pernikahan…

    Read more

  • Memaknai Emansipasi di Era Revolusi Industri 4.0

    Dewasa ini wanita yang memiliki karir di luar rumah bukan menjadi hal yang tabu. Kerja sebagai pegawai kantoran yang mengharuskannya pergi pagi pulang sore seakan menjadi cita-cita dan impian wanita masa kini. Berlomba-lomba untuk mendapatkan pendidikan di sekolah dan kampus terkenal dengan jaminan akan mudah diterima perusahaan. Meningkatkan prestasi akademik dan soft skill telah lumrah…

    Read more

  • Membuat Batasan Diri; Bentuk Mencintai Diri Sendiri

                Dalam menjalani lika-liku kehidupan, secara tidak sadar kita melakukan banyak hal  yang berlebihan untuk mencari perhatian orang lain. Sehingga dalam beberapa keadaan, kita merasa tidak dihargai atau menjadikan pencapaian orang lain sebagai standar untuk memaksakan pencapaian diri sendiri. Hal tersebut bisa saja terjadi karena secara tidak sengaja, kita mengizinkan orang lain untuk menerobos batasan-batasan…

    Read more

  • Cantik Tidak Sama Dengan Bahagia

    Siapa di dunia ini yang tidak ingin menjadi cantik? Kecuali para lelaki, rasanya tidak ada perempuan yang menolak menjadi cantik, dan hampir semua orang sepakat bahwa yang cantik akan memiliki nilai lebih. Perempuan cantik sering dianggap lebih (mudah) bahagia. Misal dalam mencari pekerjaan, Hamermesh seorang ekonom AS dalam penelitiannya menyebutkan bahwa orang-orang yang dianggap tidak…

    Read more

  • Perempuan dan Problem Seksisme

    “Kowe wes yakin karo pilihanmu, Mbak? Apa aku boleh punya pilihan lain?”, sebuah kalimat pembuka selaku intermeso dalam film besutan Hanung Bramantyo, Kartini (2016). Percakapan antara Kartini dengan kakak perempuannya tersebut memuat salah satu ekspresi budaya Jawa saat itu, khususnya berkaitan dengan perempuan. Ekspresi tersebut berupa budaya patriarki yang beranggapan bahwa mahkota perempuan terletak pada…

    Read more

  • Toxic Masculinity: Laki-laki Gak Boleh Nangis?

    “Cowok kok nangis? Cowok tuh harus kuat, nggak boleh cengeng”, sebuah statement yang sering terdengar bahwa laki-laki tidak boleh menangis dan cengeng, karena laki-laki yang menangis seringkali dicap lemah dan tidak maskulin. Jadi, emang laki-laki itu nggak boleh nangis? Padahal menangis merupakan hal yang manusiawi. Menangis adalah bentuk dari ekspresi emosi (dalam makna luapan perasaan…

    Read more

  • Belajar agar Tak Jadi Laskar

    Beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia sering dibuat galau oleh ulah salah satu ormas. Keberadaannya bukannya membawa perdamaian malah menyusahkan pemerintah dan meresahkan masyarakat dengan aksi-aksinya yang seringkali radikal dan tak jarang melakukan kekerasan. Aksi tersebut dilakukan atas nama kebenaran agama, alih-alih membela agama dengan mengembalikan perilaku pemeluk agama yang menyimpang kepada hal yang seharusnya, ormas…

    Read more

  • Ibadah, Tujuan Penghambaan(?)

    Ada sebuah pernyataan dari teman saya kemarin, saat kami asik berbincang menyoal kepribadian manusia zaman sekarang. “Kun, saya tidak heran mengapa si fulan –menyebutkan salah satu senior saya—pantas untuk menyombongkan dirinya, lha wong dia memang memiliki basis intelektual yang unggul ketimbang teman sebayanya, ya kalau dibandingkan aku pasti gak ada apa-apanya” ujarnya. pernyataan ini kemudian…

    Read more