Latest posts

  • Mempertahankan Porsi Kepercayaan Masyarakat

    Ada obrolan menarik saat saya berkunjung ke Gresik menghampiri teman lama kemarin. Satu pembahasan yang ingin membuatnya dapat menghentikan harapan masyarakat kepada kaum santri yang telah lama mengakar. Harapan yang membuatnya berdebat untuk tidak menyamaratakan derajat kualitas keilmuan santri. “Masak iya lulusan Tebuireng ndak bisa langsung jawab persoalan Tasawuf.” Argumentasinya tidak mau kalah, sehingga teman…

    Read more

  • Budaya Ngaret di Masisir

    “Santai saja masih jam 13.00, undangannya kan jam 13.30, acara mungkin akan dimulai  pukul 14.30.”  Seperti itulah kalimat yang sering terdengar di kalangan Masisir. Sudah menjadi hal yang lumrah jika kegiatan-kegiatan yang dilakukan Masisir itu menganut jam karet. Tentu, masih ada beberapa orang yang tetap mendisiplinkan dirinya untuk datang sesuai jadwal undangan. Walaupun yang terjadi…

    Read more

  • Humanity Above Religion; Benarkah Konsep Menomorduakan Agama?

    Dalam sejarahnya, agama selalu menjadi solusi atas segala problem kehidupan manusia. Namun, dewasa ini kita sering melihat banyaknya konflik yang mengatasnamakan agama yang mengancam prinsip dasar kemanusiaan. Tidak ada penghargaan dan penghormatan kepada manusia yang berbeda-beda. Agama dijadikan sebagai dalil untuk merusak dan menghancurkan sebuah peradaban. Beberapa waktu lalu saya mendengar kata –Humanity Above Religion…

    Read more

  • Bayangan Hantu di Penghujung Tahun

    Ada berbagai keadaan yang membuat otak seseorang akan terus bergerak. Diantaranya adalah jatuh cinta yang diyakini akan mengubah mood seseorang menjadi lebih dinamis. Yang lain adalah keterpaksaan, ini juga diyakini akan menuntun seseorang menggapai tujuan. Berbagai keadaan seperti ini yang membuat otak manusia selalu dipaksa untuk berpikir –jika digunakan dengan baik. Keadaan tersebut juga akan…

    Read more

  • Jadi Perempuan Udah Susah, Nggak Usah Nambah-nambahin Masalah !

    Selesai mandi, buka pintu lemari baju, menatap dengan seksama tumpukan baju yang ada, sambil berfikir keras ‘ pake baju apa ya hari ini?’ memilih dan memilah baju, kemudian terbersit “ duh nggak punya baju” – mbak, itu lemari baju, isinya baju ( rok, kerudung, celana, dst) semua, nggak ada taplak meja – sampai akhirnya mengambil…

    Read more