Latest posts

  • Selamat Malam Mesir

    Karya Maulana Thalia S. Selamat malam Mesir,Kawanan anjing berjalan dan menyapa kecil untukmu. Selamat malam Mesir,Barisan bangunan menatapmu seakan ingin melambai dan memelukmu. Selamat malam Mesir,Hembusan angin musim dinginTak hentinya berjalan mengiringimu. Layaknya singa mengejar mangsa,Maka aku pun pergi berlariUntuk mewujudkan setiaku mempelajarimu. tebuirengcentersaunggagasantc.com

    Read more

  • Jeritan Kaum Marginal

    Karya Muhammad Alfin Ghozali Orang pinggiran berdukaMembanjiri ibu kotaMeringis, menagih doa kepada para tumenggung di pusat kotaBersikukuh tentang nasib orang-orang mereka. “Idealismemu tidak laku di tempatku,” teriak merekaPengkhianatan lahir dari mulut busuk, dari janji-janjiDemi dusta! Manusia dibelenggu, matanya disayatTelinganya ditabuh, mulutnya disumpalBahkan, mimpinya dimanipulasi. Mereka bergerak, lalu berteriak, kemudian matiJatuh ke tanah, tersungkur, menjadi bangkaiDikerubungi…

    Read more

  • Pesona Cinta

    Karya Filda G. Kutorehkan tinta di penghujung senja,Seakan semesta turut mengelola kata.Di atas tumpukan batu coklat yang berpenghuni,Sembari ditemani matahari yang mulai bersembunyi,Berganti dengan malam yang mulai menyapa.Tapi, tak seperti dirimu yang abadi dalam jiwa raga. Nama-mu,Selalu terapal dalam doa.Tersimpan suci di dalam hatiBersemayam tenang, meneduhkan jiwa.Kau tak kan terganti sepanjang masa. Bagaimana aku bisa…

    Read more

  • Malas Gerak

    Karya Alfan Yusuf Mustafa Menjelang pagi menampakkan rautnyaHembusan angin tak henti-hentinya merayuSuara lirih dari pojok masjidTerdengar masuk mengendap dalam batin Sementara anjing-anjing menggonggongBerlari bersautan mencari nafkahAku tetap menggeliat bercumbu nikmatDalam peluk malu sutera kusut Selimut tebal itu tetap bersarangMenawarkan kehangatan rasa percayaMenjanjikan keabadian ilusiMendobrak rasa kesal gelisahIa candu layaknya akuIa kekal bak kesetiaanku KutertidurDalam lubukDalam…

    Read more

  • Siasat

    Karya Nailul Husna Kuputuskan hari ini untuk mencintaimu Memekarkan syair-syair merdu Merebakkan warna merah jambu Juwita, Bahwa menyiasatimu Adalah usaha paling bahaya Dan menantang arus Adalah jalan suka duka Maka kuputuskan hari ini untuk mencintaimu Membawa satu nama Dalam hilir mudik rindu Dalam bus tua antar kota Dan memberanikan diri Meminta utuhmu dalam setiap rapalku…

    Read more

  • Cantik itu Tidak Ada

    Karya Kunti Zulva Russdiana Aku menyelinap masuk dalam gua pikiran. Sempit dan gelap.Aku sempat melihat bayangan manusia-manusia. Bising, Mereka bercengkrama seakan saling bertautan, Seakan sedang mencipta dunia,Seketika dunia menjelma menjadi realita. Apa itu Cantik? Cantik tidak ada. Aku mencoba keluar Dari gema gua yang tak berkesudahan,Aku menjauh,Menjauh dari realita yang ingin mengajakku berbicara. Apa itu…

    Read more

  • Bulan Penuh Berkah di Bumi Sejarah Fatimiyah

    Karya Aan Darwati Kerlipan lampu di sepanjang jalanLentera Fanous yang memesonaJuga si manis aurora yang menghiasi bangunanSemakin membuat cantik nan ceriaMalam-malam bulan penuh ampunan Hanyut dalam lantunan iramaMiliki ragam nada setiap pembawaSelalu terdengar indah dalam ribuan suaraDi sudut toko, di kursi-kursi bus, di gerobak buahSungguh bulan al-Quran Berbuka dengan jamuan dari yang Maha PenyayangBerbaris rapi…

    Read more

  • Aku Gabut

    Karya Andre Priatama Gabut mengutukSang malas menyautJiwa rebahan menyambutBanyak kerjaan menyangkutBanyak deadline terpaut Gabut memelukPikiran mulai kalutHidup tambah semrawutSeolah menyambut sang maut Enyalah gabutSemoga masa depan tak makin kusut tebuirengcentersaunggagasantc.com

    Read more

  • Randu Menghempas Kapuk

    Karya Rizal Alawi Sebagaimana randu melepas kapukSeperti rindu dihempas pelukBetapa kalutBegitu sulut Hambur angin terbawaHambar ingin tertawaSerasa randu dengan kapasSemasa rindu dengan nafas tebuirengcentersaunggagasantc.com

    Read more

  • Penantian

    Karya Alfan Yusuf Mustafa Pada satu kecupanSemilir angin memaksa masukBercampur dengan nikotinSeperti terisap dada membeku Malam melangkahi batas gelapKeningku mengerutMemisahkan celah kelabuBukankah itu hanya langkah kaku? Musim sudah berganti lagiTapi luka tak kunjung membaikTuhan yang merduBukan hanya suka aku padakuJuga duka aku untukku Ayolah hatiMari kita berdamai tebuirengcentersaunggagasantc.com

    Read more