Latest posts
-
Kitab
Karya Maulana Thalia S. Sambil menyeduh kopi,Gareng di ruang tengahmenyambung kehidupan. Uap kopi menyapa kitabyang tersusun rapi, bak tentara berbaris,yang berada di rak coklat“Hei, melamun saja kau?”“Bagaimana tidak melamun, lha wong pemilikku tidak membacaku.” Sementara Garenghanya tertawa,memainkan gadgetnya. tebuirengcentersaunggagasantc.com
-
Kejujuran yang pedih
Karya M. Akmal Hibatullah Ayung, kenapa matamu berirama?Raut bergelombang,mendung bak awan. Masih ingatkahAku berteriak,“satu langkah dua jalan”karsa para pejuang bukan?Tapi langkahmu terhempas,Sedang aku memeluk luka. Yung,Bukankah bungaku masih berwarna? tebuirengcentersaunggagasantc.com
-
Teh Ibu di Sore Hari
Karya Maulana Thalia S. Teh ibu sore hari.Setiap kali anakmu menyeruput,seketika teras rumahdipenuhi hijauan bunga, hewan bercengkerama dengan alam,bidadari berlarian layaknya taman surga. Teh ibu sore hari.Dengan setiap uapnya doa,dengan setiap seruputnya harapan,dengan setiap tetesnya menenangkan,dengan segala isinya, cinta. Teh ibu sore hari.Ajari anakmu menjadi gula,menjadikannya manis kehidupan, yang cenderung pahit ini. Teh ibu sore…
-
Seorang Pemuda
Karya Hari Bakti Ada seorang pemudaDi tangan kanannya menggenggam penaDicatatnya segala peristiwaLalu dihempaskannya ke tanah Ia berjalan di bawah bayang-bayangMatahari beranjakAngin berhembusAwan hitam mengintip Ia melangkahkan kaki kanannyaSementara kaki kirinya terhenti Bajunya kuyupMalam akan tiba Gerombolan orang-orang berteduh di sebuah rumah besar Bulan menghampiriMalam tak lagi gulita tebuirengcentersaunggagasantc.com
-
Hujan, Luka, dan Kenangan
Karya Andre Priatama Rerintik hujan jatuh ke bumiKesedihan kembali menyapaAda bayangnya membuat resahBersama hujan Bersenandung pada lukaMalam kian larutHanyutkan diri pada kenanganMenyusup rindu Helaan nafas kian memburu emosiHujan, Luka dan KenanganMenemani diriMenikmati rasa sunyi jiwa tebuirengcentersaunggagasantc.com
-
Sudah Musim Penghujan
Karya Nailul Husna Sudah musim penghujan,Barangkali sepatuku belum mau keringdari basah duka mendalamdari urai tawamu kemarin malam. Sudah musim penghujan,Jika bayang pelukku mampu tenangkanMari berteduh dari segala prahara,Terlalu ringkih kau ditempa jutaan air mata. Sudah musim penghujan,Akan jarang kau saksikan sore menawanBarangkali puisimu mulai entahMaka selami saja mataku, kasihAkan banyak kata di sana. Hei,Sudah kau…
-
Aku dan Cinta-Mu
Karya Is’ad Durrotun Nabilah Satu hal yg tak dinyana adalah menemuimu dalam sansekerta TuhanSatu hal yg ku nanti adalah menyahuti panggilan Tuhan pada takdir nyata yg Ia tentukanAku ada untuk senantiasa setia pada titah kasih MuAku ada untuk senantiasa ikhlas menerima segala takdir Mu Jika sejatinya cinta ada pada rahmat Mu,Maka beri aku nikmat tuk…