Puisi
Karya Nailul Husna Kuputuskan hari ini untuk mencintaimu Memekarkan syair-syair merdu Merebakkan warna merah jambu Juwita, Bahwa menyiasatimu Adalah usaha paling bahaya Dan menantang arus Adalah jalan suka duka Maka kuputuskan hari ini untuk mencintaimu Membawa satu nama Dalam hilir mudik rindu Dalam bus tua antar kota Dan memberanikan diri Meminta utuhmu dalam setiap rapalku […]
Puisi
Karya Kunti Zulva Russdiana Aku menyelinap masuk dalam gua pikiran. Sempit dan gelap.Aku sempat melihat bayangan manusia-manusia. Bising, Mereka bercengkrama seakan saling bertautan, Seakan sedang mencipta dunia,Seketika dunia menjelma menjadi realita. Apa itu Cantik? Cantik tidak ada. Aku mencoba keluar Dari gema gua yang tak berkesudahan,Aku menjauh,Menjauh dari realita yang ingin mengajakku berbicara. Apa itu […]
Puisi
Karya Aan Darwati Kerlipan lampu di sepanjang jalanLentera Fanous yang memesonaJuga si manis aurora yang menghiasi bangunanSemakin membuat cantik nan ceriaMalam-malam bulan penuh ampunan Hanyut dalam lantunan iramaMiliki ragam nada setiap pembawaSelalu terdengar indah dalam ribuan suaraDi sudut toko, di kursi-kursi bus, di gerobak buahSungguh bulan al-Quran Berbuka dengan jamuan dari yang Maha PenyayangBerbaris rapi […]
Puisi
Karya Andre Priatama Gabut mengutukSang malas menyautJiwa rebahan menyambutBanyak kerjaan menyangkutBanyak deadline terpaut Gabut memelukPikiran mulai kalutHidup tambah semrawutSeolah menyambut sang maut Enyalah gabutSemoga masa depan tak makin kusut
Puisi
Karya Rizal Alawi Sebagaimana randu melepas kapukSeperti rindu dihempas pelukBetapa kalutBegitu sulut Hambur angin terbawaHambar ingin tertawaSerasa randu dengan kapasSemasa rindu dengan nafas
Puisi
Karya Alfan Yusuf Mustafa Pada satu kecupanSemilir angin memaksa masukBercampur dengan nikotinSeperti terisap dada membeku Malam melangkahi batas gelapKeningku mengerutMemisahkan celah kelabuBukankah itu hanya langkah kaku? Musim sudah berganti lagiTapi luka tak kunjung membaikTuhan yang merduBukan hanya suka aku padakuJuga duka aku untukku Ayolah hatiMari kita berdamai
Puisi
Karya Maulana Thalia S. Sambil menyeduh kopi,Gareng di ruang tengahmenyambung kehidupan. Uap kopi menyapa kitabyang tersusun rapi, bak tentara berbaris,yang berada di rak coklat“Hei, melamun saja kau?”“Bagaimana tidak melamun, lha wong pemilikku tidak membacaku.” Sementara Garenghanya tertawa,memainkan gadgetnya.
Puisi
Karya M. Akmal Hibatullah Ayung, kenapa matamu berirama?Raut bergelombang,mendung bak awan. Masih ingatkahAku berteriak,“satu langkah dua jalan”karsa para pejuang bukan?Tapi langkahmu terhempas,Sedang aku memeluk luka. Yung,Bukankah bungaku masih berwarna?
Puisi
Karya Maulana Thalia S. Teh ibu sore hari.Setiap kali anakmu menyeruput,seketika teras rumahdipenuhi hijauan bunga, hewan bercengkerama dengan alam,bidadari berlarian layaknya taman surga. Teh ibu sore hari.Dengan setiap uapnya doa,dengan setiap seruputnya harapan,dengan setiap tetesnya menenangkan,dengan segala isinya, cinta. Teh ibu sore hari.Ajari anakmu menjadi gula,menjadikannya manis kehidupan, yang cenderung pahit ini. Teh ibu sore […]