
Tebuireng Center
Pada musim dingin 2007, rumah ini resmi bernama Tebuireng Center atau lebih sering disebut TC, ketika pak Kyai – KH. Salahuddin Wahid dan Ibu Nyai Farida – datang dan memberi restu. TC merupakan organisasi almamater dari lulusan pesantren Tebuireng raya yang aktif sampai saat ini. Empat belas tahun berlalu, banyak perubahan dan dinamika terjadi, para anggota datang dan pergi, pengurus silih berganti menggerakkan roda organisasi, para nama yang pernah menjadi ketua dan wakil sudah memiliki anak dan istri.
Secara umum, kepengurusan tahun ini berjalan baik. Selain memiliki Badan Pengurus Harian (BPH) sebagai tonggak utama, Tebuireng Center juga memiliki departemen dan badan otonom yang selalu memberikan ide-ide progresif. Diantaranya; Departemen Pengembangan Intelektual, Departemen Media dan Informasi, Departemen Dakwah, Departemen Olahraga dan Kesenian, Departemen Ekonomi serta Departemen Keputrian. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kepungurusan tahun ini memiliki departemen baru, yakni Departemen Ekonomi. Maka melalui keenam departemen tersebut, Tebuireng Center dapat mengelaborasikan dinamika sosial dan intelektual dalam mewarnai kehidupan Masisir (Mahasiswa/Masyarakat Indonesia di Mesir).
Sebagai departemen baru, departemen ekonomi, berkosentrasi mendapatkan dana untuk menambah pemasukan dana Tebuireng Center. Salah satu program yang telah terlaksana adalah kegiatan rihlah Matrouh dan Siwa. Tak hanya itu, untuk menambah pemasukan lain dan menambah rasa semangat para pemain futsal, maka departemen ekonomi melakukan kerjasama dengan departemen kesenian dan olahraga dalam membuat jersey sehingga di pertandingan-pertandingan selanjutnya para pemain bisa menggunakan zirah perang baru.
Untuk badan otonom Tebuireng Center yang baru berumur dua tahun, yakni Saung Gagasan TC yang sebelumnya dikenal Jurnalistik Tebuireng Center, merupakan wadah pengembangan literasi untuk memublikasikan tulisan-tulisan anggota TC berupa warta, opini, dan karya sastra. Saung Gagasan TC juga menjadi media untuk memublikasikan hasil dari kajian-kajian Tebuireng Center.

Regenerasi Anggota
Dua kunci utama kesuksesan sebuah organisasi adalah pembentukan sistem yang baik dan regenerasi yang lancar. Sistem yang baik adalah pencegahan dari kekacauan organisasi dikarenakan hilangnya sosok berpengaruh yang selama bertugas menjadi pusat dari berjalannya organisasi. Lihatlah klub bola bernama Manchester United yang begitu kehilangan sosok Sir Alex Ferguson, langsung menjadi tim semenjana layaknya anak ayam kehilangan induknya. Sedangkan regenerasi yang berjalan lancar merupakan kewajiban bagi organisasi yang ingin berumur panjang, tanpa adanya regenerasi dalam tubuh pengurus, maka organisasi akan mati seiring hilangnya para anggota dan pengurus lama.
Karena dua hal di atas, di akhir masa kepengurusan, TC selalu mengadakan pergantian ketua dan pengurus. Tahun kepungurusan 2021-2022 berakhir bulan agustus ini, bertepatan dengan jadwal Mubes yang diadakan dua tahun sekali, maka dewan pembina pada bulan Juli lalu membentuk panitia yang seluruhnya diisi oleh teman-teman dari angkatan Padjajaran untuk melaksanakan Mubes dan SPR. Acara ini secara umum memiliki tiga agenda utama, yaitu SPR, Mubes, dan pemilihan ketua.
Sidang Progress Report atau yang akrab dengan sebutan Mubes dan SPR, ialah sidang pleno yang membahas terkait laporan kerja pengurus TC serta pemilihan ketua baru. Satu tahun masa jabatan kepengurusan TC menjadi sebuah tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu angkatan kedatangan Mahasiswa Indonesia Mesir yang berasal dari alumni Pesantren keluarga Tebuireng raya dalam menjalankan estafet kepengurusannya di Tebuireng Center. Mengenai satu tahun masa periode jabatan kepengurusan Tebuireng Center, juga dipertimbangkan agar setiap angkatan bisa merasakan menjalankan amanah sebagai pengurus dan menghidupkan Tebuireng Center
Sedangkan Mubes (Musyawarah Besar) adalah diskusi dalam bentuk persidangan guna memperbaiki, mengurangi, atau menambahkan AD/ART yang ada dalam organisasi TC. Tidak hanya itu, terselip di tentatif acara pembacaan nomisasi kepada pengurus terbaik dalam satu periode yang nantinya juga dilanjut dengan pelaksanaan pemilihan umum Ketua Tebuireng Center. Hal ini tentunya sebagai bentuk apresiasi yang nyata bagi pengurus Tebuireng Center agar bisa lebih baik kedepannya dalam menjalankan amanahnya sebagai pengurus TC.
Kendati demikian, tantangan sebagai Ketua Umum Tebuireng Center terus bertambah seiring berjalannya waktu agar Tebuireng Center tetap eksis di tengah – tengah dinamika dan dialektika kehidupan Mahasiswa Indonesia Mesir, baik itu PPMI Mesir, kekeluargaan, afiliatif, maupun almamater lain di kancah Masisir. Mulai dari program kerja, etos kepemimpinan, dan juga cara dalam mengayomi warga Tebuireng Center itu sendiri.

Serba-serbi Mubes dan SPR TC 2022
Mubes dan SPR sebagaimana ditulis di atas, ialah rangkaian sidang yang cenderung membosankan namun tidak bisa diabaikan. Mubes dan SPR tahun ini dilaksakan Sabtu kemarin, 06 agustus 2021. Rangkaian sidang diawali dengan Laporan Pertanggungjawaban yang disampaikan oleh pengurus TC periode 2021-2022. Seluruh pengurus membacakan realisasi program kerjanya serta mengevaluasi jalannya roda kepengurusan selama setahun. Di akhir sesi, peserta sidang memberikan masukan dan tawaran program untuk kepengurusan berikutnya.
Menginjak pada Sidang Pleno yang kedua, yakni Musyawarah Besar (Mubes) yang meninjau kembali AD/ART Tebuireng Center. Pelaksanaan sidang ini hanya dilaksanakan dalam waktu dua tahun sekali. Warga TC ikut serta dalam perumusan kembali AD/ART TC dengan menyesuaikan kebutuhan organisasi serta kebutuhan anggotanya. Beberapa point turut diperbaharui guna mencapai kemaslahatan bersama.
Setelah Musyawarah Besar telah memperoleh mufakat dalam perumusan aturannya kembali, acara dilanjutkan dengan pemilihan calon pengurus TC Periode 2022-2023, dengan mencanangkan 7 orang sebagai calon Dewan Pembina dan 9 orang sebagai calon Dewan Formatur. Prosesi dilaksanakan melalui pemilihan langsung bagi peserta sidang dan via online bagi warga TC yang tidak hadir.
Pada pemilihan calon dewan pembina, semua berjalan lancar dan sesuai dengan yang terjadi tahun sebelumnya, di mana demisioner ketua TC mendapatkan dukungan untuk menjadi ketua dewan pembina. Secara berurutan berdasarkan perolehan suara, berikut nama-nama dewan pembina TC periode 2022-2023: Fadilah Satriana, Ahmad Dliyaul Haq, Nailul Husna, dan Nurul Muayyadah.
Drama dan keseruan acara pemilihan baru terjadi pada saat pembacaan hasil pemungutan suara, dengan perolehan suara terbanyak Alfan Yusuf Mustafa terpilih sebagai ketua TC periode 2022-2023. Tetapi, ia menyampaikan gugatannya pada forum sidang terkait hasil keputusan voting, dikarenakan beberapa hal yang tidak sesuai dengan AD/ART TC, yakni pada poin syarat-syarat yang harus terpenuhi sebagai Ketua TC. Dalam tatib pemilihan ketua TC yang merupakan detail penjelasan dari peraturan AD/ART, tercantum poin yang menjelaskan bahwa ketua TC tidak boleh menjabat sebagai Top Leader di organisasi lain. Sebenarnya yang menjadi masalah adalah perubahan makna dan pemahaman dari kata Top Leader. Dalam Mubes sebelumnya, yang menjadi patokan dalam pemilihan calon ketua dan dewan formatur, Top Leader dimaknai sebagai ketua umum, sedangkan dalam Mubes kemarin, makna dan pemahamnnya dilebarkan mencakup ketua, wakil, sekretaris, bendahara dan BPH atau pengurus inti dalam sebuah organisasi. Karena perubahan ini, maka pencalonan Alfan menjadi gugur.
Setelah mundurnya Alfan dari ketua terpilih, maka seharusnya nama dengan suara terbanyak kedua otomatis menjadi ketua terpilih, namun sebelum presidium sidang mengesahkan keputusan tersebut, dilakukan dengar pendapat yang diawali oleh kekhawatiran beberapa peserta sidang yang menyatakan: ditakutkan jika yang menjadi ketua TC adalah nama dengan perolehan suara kedua, nama tersebut tidak mendapat dukungan penuh dari anggota, karena para anggota tidak merasa memilih yang bersangkutan sebagai pemimpin mereka. Berdasarkan aspirasi yang berkembang, maka presidium sidang memutuskan untuk melakukan lobi terhadap seluruh nama calon yang hadir.
Forum lobi yang diikuti dewan penasehat, dewan pembina, para calon yang hadir, dan presidium sidang serta ketua panitia, menghasilkan dua opsi keputusan yang langsung disampaikan pada forum sidang, yakni : opsi pertama, mengukuhkan satu-satunya nama dari angkatan Mataram yang memenuhi persyaratan ketua yakni Andre Priatama, dengan resiko yang bersangkutan masih di Indonesia dan tidak bisa aktif memimpin TC, setidaknya sampai bulan November. Opsi kedua adalah mengalihkan nama-nama calon ketua dan dewan formatur ke angkatan Malaka, dengan sistem pemilihan online yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal dua minggu.

Sidang pemilihan ketua dan dewan formatur ditunda, sama sekali bukan kesalahan panitia. Dewan penasehat dan pembina memang kurang teliti dalam menjalankan tugas, tapi apakah berarti acara Mubes dan SPR gagal? Tunggu dulu…
Acara Mubes dan SPR berisi tiga agenda utama, jika satu dari dua agenda tidak berjalan lancar, dan dua agenda lainnya berhasil, maka itu bukan kegagalan. Hanya tidak sempurna, dan lagi kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Tujuan utama Mubes dan SPR sesungguhnya adalah membentuk sistem organisasi yang baik melalui pembahasan AD/ART dan Regenerasi. Ingat, dua kunci suksesnya organisasi berada pada point di atas. Tentu poin regenerasi belum terealisasi, karena kepengurusan baru belum terbentuk, namun jangan lupa sisi positif dari belum terbentuknya kepengurusan baru. Lebih dari dua pertiga peserta sidang mulai memahami AD/ART yang ada, tata cara pemilihan calon pengurus yang lebih tertata, dan sistem organisasi yang akan digunakan dalam TC ke depannya, teman-teman angkatan Malaka juga memperlihatkan semangat dan antusiasmenya dalam menyambut pencalonan nama-nama mereka, dan yang paling penting TC merupakan organisasi dengan asas musyawarah mufakat, masalah dan keputusan apapun bisa didiskusikan bersama-sama.
Diawal tulisan, TC memang diresmikan tahun 2007, namun dalam perjalananya pernah terjadi kemandekan organisasi dengan berbagai sebab, dan terhitung sebagai organisasi yang benar-benar resmi menggunakan dan mengikuti AD/ART baru sejak tahun 2018. Oleh karena itu, kepada seluruh anggota Tebuireng Center, terutama mengenai hasil acara mubes dan SPR kemarin, santai saja, kita semua masih sama-sama belajar.
Dan diakhir tulisan ini, satu paragraf istimewa berisi ucapan terima kasih dan do’a. Terima kasih kepada ketua dan pengurus yang sudah memberikan kontribusi untuk TC selama satu periode ini. Dan yang kedua, doa bagi mesin kepengurusan TC selanjutnya, teman-teman angkatan Malaka, semoga bisa meningkatkan hal-hal baik di TC. Salam dari panitia kemarin, amanah jangan dicari, tapi kalau diberi jangan lari!
*Tulisan ini didedikasikan terkhusus kepada panitia Mubes dan SPR, teman-teman angkatan Padjajaran atas kerja kerasnya melaksanakan seluruh rangkaian acara. Terima kasih!
Oleh Maulana Thalia S./Farhan Ali Ishaqi/Nailul Husna
