
Wahai pujaan penerima pujian para pemuja
Atas kiprah suci nan agungmu untuk semesta
Yang disaksikan seantero langit dan bumi
Dengan desirnya, padang pasir bersaksi
Dengan usianya, piramida kuno mengabdi
Dengan panjang arusnya, sungai nil mengakui.
Bahwa engkaulah utusan bagi seluruh kehidupan
Penerang dalam kegelapan
Penunjuk menuju pintu kebajikan
Rahmatmu, adalah puncak harapan
Maka tak ayal, curahan salam berlimpah atasmu
Gemaungnya menjamah disetiap sudut masjid cucumu
Mengultuskan namamu dikala orang berseteru
Karena dunia tak lagi penting bagi mereka,
saat menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
Kala musim dingin kelabu,
dan musim panas melanda
Bibir kami bersenandung shalawat padamu
Tasbih di jemari berputar mengikuti irama
Wahai kekasih Allah, dalam momentum hari kelahiranmu ini.
Ku jaga api lenteramu tetap hidup menerangi diantara dinding jahiliah kami.
Maka melalui perantara api lenteramu, aku mengharap tuntunanmu pada kebahagiaan hakiki,
Balasan atas sholawatku dari Negeri Kinanah ini.
Komunitas Kepenulisan dan Jurnalistik Tebuireng Center Cairo

Keren banget kak puisinya!!!!
Terimakasih kak lumintang, terus dukung kami untuk Saung Gagasan kedepannya bisa lebih banyak menghasilkan karya menarik
MaasyaAllah selalu kerenn ✨