Arsip Penulis

Is'ad Durrotun Nabilah

Opini
29/08/2022

Berhentilah Menyalahkan Pakaian Korban

#Serial Tulisan Tentang Perempuan Perempuan “Udah pasti nih si cewek pakai baju yang provokatif”. Sebuah kalimat yang terlontar dari seorang penelepon di suatu acara reality show yang membicarakan tentang pelecehan seksual. Kontan saja perempuan yang menjadi korban pelecehan langsung berdiri dan dengan kemarahan yang terasa dalam nada bicaranya, dia merespon, “ Provokatif? Saya pakai baju […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca
Puisi
14/04/2022

Teh Seduh

Teh seduh itu di depanku,Pahit, namun ia mampu mendekapku dalam hangat. Teh seduh itu di depanku,Pahit, namun tidak ada yang lebih setia dari teh seduh milikku. Teh seduh itu di depanku,Pahit, namun tiap tegukannya memiliki makna yang sangat berarti bagi hidupku. Teh seduh itu di depanku,Kini ia sudah habis, dan pahit itu telah menyatu dalam […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca
Opini
22/02/2022

Instagram Masisir, Milik Pribadi atau Milik Bersama(?)

“Mahasiswi Mesir itu kalau punya instagram, mbok ya dimanfaatkan dengan baik. Share ilmu-ilmu yang didapat disana, biar yang di Indonesia juga bisa belajar dari instagramnya” Ini merupakan salah satu bentuk stigmatisasi dari kebanyakan masyarakat Indonesia memandang Masisir adalah ‘panutan’ entah untuk masyarakatnya kelak, atau bahkan sekadar menjadi panutan di antara teman-teman tongkrongannya. Entah kenapa seakan-akan […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca
Opini
09/04/2021

Cantik Tidak Sama Dengan Bahagia

Siapa di dunia ini yang tidak ingin menjadi cantik? Kecuali para lelaki, rasanya tidak ada perempuan yang menolak menjadi cantik, dan hampir semua orang sepakat bahwa yang cantik akan memiliki nilai lebih. Perempuan cantik sering dianggap lebih (mudah) bahagia. Misal dalam mencari pekerjaan, Hamermesh seorang ekonom AS dalam penelitiannya menyebutkan bahwa orang-orang yang dianggap tidak […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca
Opini
06/02/2021

Perempuan dan Problem Seksisme

“Kowe wes yakin karo pilihanmu, Mbak? Apa aku boleh punya pilihan lain?”, sebuah kalimat pembuka selaku intermeso dalam film besutan Hanung Bramantyo, Kartini (2016). Percakapan antara Kartini dengan kakak perempuannya tersebut memuat salah satu ekspresi budaya Jawa saat itu, khususnya berkaitan dengan perempuan. Ekspresi tersebut berupa budaya patriarki yang beranggapan bahwa mahkota perempuan terletak pada […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca
Cerpen
11/01/2021

Sore

Ternyata selain langit ini ramai oleh awan, jalanan pun tak dapat diubah oleh keramaian sang pejalan. Tepat di sore itu, Aku duduk di atas bangku marmer yang letaknya tak begitu jauh dari pinggiran trotoar. Hanya ada aku, kau, dan jagung bakar di genggaman jemari kita. Tak jauh dari seberang, jelas terlihat di tatapanku, seorang lelaki […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca
Puisi
21/12/2019

Aku dan Cinta-Mu

Karya Is’ad Durrotun Nabilah Satu hal yg tak dinyana adalah menemuimu dalam sansekerta TuhanSatu hal yg ku nanti adalah menyahuti panggilan Tuhan pada takdir nyata yg Ia tentukanAku ada untuk senantiasa setia pada titah kasih MuAku ada untuk senantiasa ikhlas menerima segala takdir Mu Jika sejatinya cinta ada pada rahmat Mu,Maka beri aku nikmat tuk […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca