Arsip Kategori

Cerpen
31/01/2021

Tak Kutemukan Surga di Telapak Kaki Ibu

Siang itu mataku terbuka, setelah selimut menghangatkan tubuhku semalam suntuk. Aku  memandang keluar jendela, melihat banyak anak yang bermain. Suaranya seperti pabrik; bergemuruh dan tidak pernah berhenti. Anak-anak tersebut hanya berhenti bermain ketika ibunya datang menjelang malam sambil membawa tongkat, kemudian memekikkan suara yang membuat gerombolan anak-anak tersebut berhamburan. Aku tidak suka ibu itu marah. […]

tebuirengcenter Selengkapnya
Opini
29/01/2021

Toxic Masculinity: Laki-laki Gak Boleh Nangis?

“Cowok kok nangis? Cowok tuh harus kuat, nggak boleh cengeng”, sebuah statement yang sering terdengar bahwa laki-laki tidak boleh menangis dan cengeng, karena laki-laki yang menangis seringkali dicap lemah dan tidak maskulin. Jadi, emang laki-laki itu nggak boleh nangis? Padahal menangis merupakan hal yang manusiawi. Menangis adalah bentuk dari ekspresi emosi (dalam makna luapan perasaan […]

tebuirengcenter Selengkapnya
Puisi
24/01/2021

Kitab

Karya Maulana Thalia S. Sambil menyeduh kopi,Gareng di ruang tengahmenyambung kehidupan. Uap kopi menyapa kitabyang tersusun rapi, bak tentara berbaris,yang berada di rak coklat“Hei, melamun saja kau?”“Bagaimana tidak melamun, lha wong pemilikku tidak membacaku.” Sementara Garenghanya tertawa,memainkan gadgetnya.

tebuirengcenter Selengkapnya
Cerpen
19/01/2021

Suddenly, I Became The Evil Empress

Pagi itu, istana permaisuri Dinasti Qin dihebohkan dengan permaisuri yang tiba-tiba tenggelam ke dalam kolam. Setelah itu, permaisuri tidak sadarkan diri selama tiga hari. Kaisar Qin Shi Huang dengan sangat panik langsung mencari tahu siapa dalang di balik tenggelamnya permaisuri, karena ini yang pertama kalinya, permaisuri masuk ke dalam perangkap rencana pembunuhan. Seluruh pengawal dan […]

tebuirengcenter Selengkapnya
Opini
15/01/2021

Belajar agar Tak Jadi Laskar

Beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia sering dibuat galau oleh ulah salah satu ormas. Keberadaannya bukannya membawa perdamaian malah menyusahkan pemerintah dan meresahkan masyarakat dengan aksi-aksinya yang seringkali radikal dan tak jarang melakukan kekerasan. Aksi tersebut dilakukan atas nama kebenaran agama, alih-alih membela agama dengan mengembalikan perilaku pemeluk agama yang menyimpang kepada hal yang seharusnya, ormas […]

tebuirengcenter Selengkapnya
Puisi
13/01/2021

Kejujuran yang pedih

Karya M. Akmal Hibatullah Ayung, kenapa matamu berirama?Raut bergelombang,mendung bak awan. Masih ingatkahAku berteriak,“satu langkah dua jalan”karsa para pejuang bukan?Tapi langkahmu terhempas,Sedang aku memeluk luka. Yung,Bukankah bungaku masih berwarna?

tebuirengcenter Selengkapnya
Cerpen
11/01/2021

Sore

Ternyata selain langit ini ramai oleh awan, jalanan pun tak dapat diubah oleh keramaian sang pejalan. Tepat di sore itu, Aku duduk di atas bangku marmer yang letaknya tak begitu jauh dari pinggiran trotoar. Hanya ada aku, kau, dan jagung bakar di genggaman jemari kita. Tak jauh dari seberang, jelas terlihat di tatapanku, seorang lelaki […]

tebuirengcenter Selengkapnya
Ruang Gagasan
08/01/2021

Ibadah, Tujuan Penghambaan(?)

Ada sebuah pernyataan dari teman saya kemarin, saat kami asik berbincang menyoal kepribadian manusia zaman sekarang. “Kun, saya tidak heran mengapa si fulan –menyebutkan salah satu senior saya—pantas untuk menyombongkan dirinya, lha wong dia memang memiliki basis intelektual yang unggul ketimbang teman sebayanya, ya kalau dibandingkan aku pasti gak ada apa-apanya” ujarnya. pernyataan ini kemudian […]

tebuirengcenter Selengkapnya
Puisi
05/01/2021

Teh Ibu di Sore Hari

Karya Maulana Thalia S. Teh ibu sore hari.Setiap kali anakmu menyeruput,seketika teras rumahdipenuhi hijauan bunga, hewan bercengkerama dengan alam,bidadari berlarian layaknya taman surga. Teh ibu sore hari.Dengan setiap uapnya doa,dengan setiap seruputnya harapan,dengan setiap tetesnya menenangkan,dengan segala isinya, cinta. Teh ibu sore hari.Ajari anakmu menjadi gula,menjadikannya manis kehidupan, yang cenderung pahit ini. Teh ibu sore […]

tebuirengcenter Selengkapnya
Cerpen
01/01/2021

Kenang Dalam Senggang (End)

           Malamnya, setelah sukses melaksanakan kewajiban dan merealisasikan planning rebahan, aku nonton bareng adikku di kamarnya. Adikku perempuan, Nela namanya, kami hanya selisih 3 tahun. Jadi tidak terlalu signifikan perbedaan kami saat dihadapkan tontonan  bergenre romance. Saat pertengahan film, aku mendapat notifikasi WA dari Dimas. Kali ini aku penasaran, aku coba langsung buka “Tadi di pantai […]

tebuirengcenter Selengkapnya