Beranda Warta BAZNAS Luncurkan Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026, Tekankan Pentingnya Pembinaan Mahasiswa
Warta

BAZNAS Luncurkan Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026, Tekankan Pentingnya Pembinaan Mahasiswa

Dipublikasikan pada 29/10/2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia meluncurkan program Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2026 di Capital Palace Hall, Nadi As-Sekkah, Nasr City, Kairo, Mesir, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat dukungan pendidikan sekaligus mendorong pengembangan kapasitas mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di kawasan Timur Tengah.

Acara tersebut diisi dengan laporan program, sambutan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, serta sambutan Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, yang sekaligus membuka program beasiswa. Rangkaian kegiatan juga mencakup sesi pembinaan atau talkshow, sosialisasi pembukaan beasiswa, dan tanya jawab bersama peserta.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Mesir menekankan bahwa pembukaan Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah merupakan momentum penting bagi keberlangsungan pendidikan mahasiswa Indonesia di kawasan tersebut. Dukungan beasiswa diharapkan dapat membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun potensi diri selama menempuh studi di luar negeri.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI menyoroti pentingnya pembinaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama. Mahasiswa juga perlu memperluas pemahaman mengenai politik, ekonomi, pembangunan, ilmu pengetahuan, serta sejarah. Berbagai bidang tersebut menjadi bekal untuk memahami persoalan masyarakat secara lebih utuh dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.

Pesan mengenai perluasan wawasan tersebut menjadi salah satu pokok penting dalam pembinaan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah. Pendidikan di luar negeri tidak hanya memberikan kesempatan untuk mendalami disiplin ilmu tertentu, tetapi juga membuka ruang untuk mengenali beragam persoalan sosial, budaya, ekonomi, dan kehidupan masyarakat yang lebih luas.

Dalam sesi pembinaan, KH Imam Jazuli menekankan perlunya perubahan orientasi di kalangan mahasiswa dan calon ulama. Menurut pokok pemikirannya yang tercatat dalam kegiatan tersebut, mahasiswa perlu lebih terbuka dalam memandang berbagai bidang kehidupan dan mempersiapkan diri untuk mengambil peran yang lebih luas di tengah masyarakat.

Ulama, dalam pandangan tersebut, diharapkan tidak hanya memiliki kedalaman ilmu keagamaan, tetapi juga mampu memahami dan berkontribusi dalam bidang lain. Untuk mencapai hal itu, mahasiswa perlu membangun jejaring, memanfaatkan pendampingan, serta memiliki kemampuan menempatkan diri sesuai dengan peran dan kebutuhan masyarakat. Jejaring alumni juga menjadi aspek penting dalam memperluas kesempatan kolaborasi dan memperkuat kontribusi setelah menyelesaikan studi.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2026 sendiri menargetkan 300 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di delapan negara. Berdasarkan informasi resmi BAZNAS RI, pendaftaran program dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober hingga 9 November 2026. Selain bantuan pendidikan, program ini mencakup uang saku bulanan, pendampingan, dan dukungan pengembangan prestasi.

Peluncuran program tersebut memperlihatkan bahwa dukungan terhadap pendidikan mahasiswa perlu berjalan beriringan dengan upaya pembinaan. Beasiswa menjadi salah satu instrumen untuk membantu keberlanjutan studi, sedangkan pembinaan diharapkan memperkuat kapasitas intelektual, wawasan, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan yang lebih luas.

Bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah, kesempatan ini diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Penguasaan ilmu, keterbukaan terhadap berbagai bidang, dan kemampuan membangun jejaring menjadi modal penting untuk berkontribusi bagi masyarakat. Dengan demikian, pendidikan dan pembinaan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki kedalaman keilmuan sekaligus kepedulian terhadap persoalan bangsa.

Maulana Aditya Rizkia Rahman

Penulis

Pemimpin Redaksi Saung Gagasan TC

0 respon

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Beranda