Arsip Kategori

Opini

Opini
09/04/2021

Cantik Tidak Sama Dengan Bahagia

Siapa di dunia ini yang tidak ingin menjadi cantik? Kecuali para lelaki, rasanya tidak ada perempuan yang menolak menjadi cantik, dan hampir semua orang sepakat bahwa yang cantik akan memiliki nilai lebih. Perempuan cantik sering dianggap lebih (mudah) bahagia. Misal dalam mencari pekerjaan, Hamermesh seorang ekonom AS dalam penelitiannya menyebutkan bahwa orang-orang yang dianggap tidak […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca
Opini
06/02/2021

Perempuan dan Problem Seksisme

“Kowe wes yakin karo pilihanmu, Mbak? Apa aku boleh punya pilihan lain?”, sebuah kalimat pembuka selaku intermeso dalam film besutan Hanung Bramantyo, Kartini (2016). Percakapan antara Kartini dengan kakak perempuannya tersebut memuat salah satu ekspresi budaya Jawa saat itu, khususnya berkaitan dengan perempuan. Ekspresi tersebut berupa budaya patriarki yang beranggapan bahwa mahkota perempuan terletak pada […]

Is'ad Durrotun Nabilah Baca
Opini
29/01/2021

Toxic Masculinity: Laki-laki Gak Boleh Nangis?

“Cowok kok nangis? Cowok tuh harus kuat, nggak boleh cengeng”, sebuah statement yang sering terdengar bahwa laki-laki tidak boleh menangis dan cengeng, karena laki-laki yang menangis seringkali dicap lemah dan tidak maskulin. Jadi, emang laki-laki itu nggak boleh nangis? Padahal menangis merupakan hal yang manusiawi. Menangis adalah bentuk dari ekspresi emosi (dalam makna luapan perasaan […]

Ahmad Fauzan Zahri Baca
Opini
15/01/2021

Belajar Agar Tak Jadi Laskar

Beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia sering dibuat galau oleh ulah salah satu ormas. Keberadaannya bukannya membawa perdamaian malah menyusahkan pemerintah dan meresahkan masyarakat dengan aksi-aksinya yang seringkali radikal dan tak jarang melakukan kekerasan. Aksi tersebut dilakukan atas nama kebenaran agama, alih-alih membela agama dengan mengembalikan perilaku pemeluk agama yang menyimpang kepada hal yang seharusnya, ormas […]

Alfan Yusuf Mustafa Baca
Opini
25/12/2020

Mempertahankan Porsi Kepercayaan Masyarakat

Ada obrolan menarik saat saya berkunjung ke Gresik menghampiri teman lama kemarin. Satu pembahasan yang ingin membuatnya dapat menghentikan harapan masyarakat kepada kaum santri yang telah lama mengakar. Harapan yang membuatnya berdebat untuk tidak menyamaratakan derajat kualitas keilmuan santri. “Masak iya lulusan Tebuireng ndak bisa langsung jawab persoalan Tasawuf.” Argumentasinya tidak mau kalah, sehingga teman […]

Kunti Zulva Russdiana Baca
Opini
16/12/2020

Budaya Ngaret di Masisir

“Santai saja masih jam 13.00, undangannya kan jam 13.30, acara mungkin akan dimulai  pukul 14.30.”  Seperti itulah kalimat yang sering terdengar di kalangan Masisir. Sudah menjadi hal yang lumrah jika kegiatan-kegiatan yang dilakukan Masisir itu menganut jam karet. Tentu, masih ada beberapa orang yang tetap mendisiplinkan dirinya untuk datang sesuai jadwal undangan. Walaupun yang terjadi […]

Aan Darwaty Baca
Opini
05/12/2020

Humanity Above Religion: Benarkah Konsep Menomorduakan Agama?

Dalam sejarahnya, agama selalu menjadi solusi atas segala problem kehidupan manusia. Namun, dewasa ini kita sering melihat banyaknya konflik yang mengatasnamakan agama yang mengancam prinsip dasar kemanusiaan. Tidak ada penghargaan dan penghormatan kepada manusia yang berbeda-beda. Agama dijadikan sebagai dalil untuk merusak dan menghancurkan sebuah peradaban. Beberapa waktu lalu saya mendengar kata –Humanity Above Religion […]

Ahmad Fauzan Zahri Baca
Opini
31/12/2019

Bayangan Hantu di Penghujung Tahun

Ada berbagai keadaan yang membuat otak seseorang akan terus bergerak. Diantaranya adalah jatuh cinta yang diyakini akan mengubah mood seseorang menjadi lebih dinamis. Yang lain adalah keterpaksaan, ini juga diyakini akan menuntun seseorang menggapai tujuan. Berbagai keadaan seperti ini yang membuat otak manusia selalu dipaksa untuk berpikir –jika digunakan dengan baik. Keadaan tersebut juga akan […]

Muhammad Hari Bakti Baca
Opini
11/12/2019

Jadi Perempuan Udah Susah, Nggak Usah Nambah-nambahin Masalah !

Selesai mandi, buka pintu lemari baju, menatap dengan seksama tumpukan baju yang ada, sambil berfikir keras ‘ pake baju apa ya hari ini?’ memilih dan memilah baju, kemudian terbersit “ duh nggak punya baju” – mbak, itu lemari baju, isinya baju ( rok, kerudung, celana, dst) semua, nggak ada taplak meja – sampai akhirnya mengambil […]

Luhur Kharisman Baca