Cropped Tc Png

Namanya Tebuireng Center atau TC, rumah kita bersama di negeri rantau ini. Dulu saya menganggapnya hanya sebagai perkumpulan mahasiswa kecil-kecilan yang diinisiasi oleh para lulusan Pesantren Tebuireng dan sekitarnya, dan berdomisili di Mesir. Ternyata ini tidak sepenuhnya salah.

Pertama kali angkatan saya menginjakkan kaki di Mesir pada tahun 2017, hanya segelintir anggota TC saja yang menyambut kami, tak lebih dari 10 orang mas-mas dan mbak-mbak senior. Bukan karena anggota lainnya sibuk, tapi memang TC waktu itu cuma sekadar ‘organisasi kecil’ dalam artian sebenarnya. Hanya segelintir orang saja anggotanya. Tidak lebih banyak dari jumlah pemain dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Ternyata dengan hadirnya angkatan kami, Singosari, masih belum bisa mengisi penuh tempat luang di sekretariat TC. Setidaknya, angkatan Singosari menjadi angkatan pertama yang perlahan meniup angin segar untuk TC yang semakin berwarna. Lalu dengan bertambahnya angkatan Singosari sebagai anggota TC, maka bertambah juga orang yang ikut andil meramaikan kegiatan-kegiatan TC.

Ini baru entitas yang dimulai pada tahun 2017 saja, belum tahun-tahun berikutnya yang membuat TC sudah sangat jauh berbeda. Angkatan Majapahit tahun 2018, angkatan Mataram tahun 2019, angkatan Malaka tahun 2020, dan angkatan Padjajaran tahun 2021, membawa dampak yang sangat signifikan. Sekretariat TC yang sebelumnya masih sangat lengang, sekarang malah tidak sanggup menampung semua anggota TC jika hadir semua.

Orang-orang yang merasakan bagaimana kondisi TC dulu, pasti cukup terkejut melihat betapa penuhnya TC sekarang. Dalam jangka waktu 5 tahun terakhir saja sudah sangat banyak yang berkembang dari organisasi ini.

***

IMG 20220502 WA0020 1024x768

Dulu ketika ada yang menanyakan almamater kepada saya, respon para penanya selalu sama ketika mendengar jawaban saya, “TC itu apa?” atau “TC itu singkatan dari apa?”.

Sekarang di kalangan Masisir, nama TC atau Tebuireng Center sudah tidak asing lagi didengar, sudah banyak yang kenal dengan organisasi ini. Kerap kali juga TC dengan anggota yang makin bertambah, menghiasi kegiatan yang diadakan oleh organisasi lain. Atau dengan munculnya sebuah banom media jurnalistik, Saung Gagasan TC, semakin memudahkan untuk memperkenalkan TC ke siapapun, tak hanya terbatas di Masisir. Jelas, bahwa TC tak hanya berkembang di kuantitas saja, namun diiringi oleh kualitas juga.

Selama 15 tahun berdiri, sudah banyak tonggak kepemimpinan TC yang dilalui, terhitung 11 orang yang pernah memegang estafet kepemimpinan TC. Setiap ketua TC punya gaya dan ciri khasnya masing-masing, terutama 5 orang ketua terakhir yang saya rasakan pahit-manis dinamika kepemiminannya. Dan tetap saja ada satu hal mengagumkan dari TC yang saya rasakan, yakni TC menyediakan kehangatan lewat keakraban yang sangat erat dan menggirangkan untuk semua anggotanya, tak terkecuali anggota istimewa.

TC tak hanya diisi oleh mereka-mereka yang pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Tebuireng dan sekitarnya, tetapi siapa saja yang ingin menyambung tali saudara dan berkomitmen untuk aktif berkegiatan,  bisa ikut serta di organisasi ini, sehingga disebut anggota istimewa. TC bagai keluarga tanpa ikatan darah, dan rumah bagi semua anggotanya, sedekat itu memang hubungan antar anggota TC.

Sekarang TC sudah beranjak dewasa, sejak diresmikan oleh almarhum Gus Sholah pada tahun 2007, berarti usianya sudah 15 tahun. Usia transisi dari anak-anak menuju dewasa. Usia akil baligh yang membuatnya sudah terkena hukum taklif. Usia yang semoga semakin bertambah semakin membawa banyak berkah. 

Semoga TC selalu semangat dan ceria sebagaimana makna sayap kuningnya. Terima kasih banyak untuk semua anggota yang telah mendedikasikan diri untuk tetap menghidupkan TC, dan juga terima kasih telah memperlihatkan kehangatan yang mesra ini.

Selamat ulang tahun Tebuireng Center!

Oleh: Ahmad Fauzan Zahri/ Is’ad Durrotun Nabilah

Categories: Ruang Gagasan

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *