
Untuk kesekian kali
Aku hidup kembali
Dengan wajah bak rumah kosong
Pada terik yang berdebu
Kuperhatikan para manusia memeras keringat
Haruskah jua aku berjuang?
Mendadak bola mataku seperti koala
Lalu mendengkur
Untuk kesekian kali
Aku mati kembali
Layaknya kota tanpa penghuni
Pada waktu kemerahan yang menggelap
Bak kura-kura, tubuhku masih dalam tempurung
Tak kulihat bunga bermekaran
Sudahkah aku bekerja keras?
Aku hidup kembali
Dedaunan menguning dan gugur
Dengan mata sayu
Aku berjalan seperti siput
Lalu bermimpi pergi ke bulan
Juga melihat bintang-bintang
Haruskah aku berusaha?
Lalu, aku mati
Pada musim hujan yang basah
Di Tanah berlumpur itu
Aku mulai ingin berupaya
Tapi kata orang-orang
Aku sudah pergi ke langit
Melihat bulan
Aku hidup lagi
Sangat ingin berjerih payah
Meski dengan air mata darah
Namun segala musim telah usai
0 Comments