
Setelah mengalami berbagai drama terkait Sidang Progress Report Tebuireng Center (SPR TC) dan sebagai bentuk tindak lanjut dari prosesi pemilihan ketua Tebuireng yang diadakan secara online pada tanggal 19-20 Agustus 2022, maka diadakanlah Pelantikan Dewan Pengurus Tebuireng Center periode 2022-2023 yang bertempat di sekretariat Tebuireng Center. Pelantikan ini diadakan pada Senin, 29 Agustus 2022 yang dihadiri oleh segenap dewan pengurus, dewan pembina, penasihat, dan juga warga TC lainnya.
Oleh sebab waktu pelantikan yang bertepatan dengan agenda rutin TC, maka demi menghemat waktu, sistemasi kedua acara tersebut pun digabungkan. Dimulai dengan pembacaan sholawat yang telah menjadi agenda rutinan TC setiap hari senin, Ahmad Dzulfikar — yang dalam hal ini bertindak selaku master of ceremony (MC) — memulai acara pelantikan di tengah pembacaan sholawat yang belum mencapai penutup. Sama halnya dengan acara pada umumnya, agenda kedua dilanjut dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an, yang kali ini dilantunkan oleh Akmal Chabibi. Setelahnya, barulah acara memasuki agenda inti ketika mikrofon telah berpindah kembali ke tangan MC untuk memulai prosesi pelantikan.
Pelantikan dimulai dengan pemanggilan nama-nama dewan pengurus untuk maju ke depan para audiens, untuk selanjutnya membacakan ikrar yang dipimpin oleh salah satu dewan penasihat. Karena keterbatasan tempat, pelantikan akhirnya dibagi dengan dua kloter: pertama pembacaan ikrar oleh ketua umum, BPH dan divisi keilmuan, beserta ketua dan jajaran dari pada badan otonom Tebuireng Center yakni saung gagasan TC. Kemudian dilanjutkan oleh kloter selanjutnya: divisi keputrian, divisi dakwah, divisi olahraga dan seni, juga divisi media. Setelah semua dewan pengurus selesai dilantik, acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dewan pembina melalui sistematisasi yang sama. Dan dengan dilantiknya para dewan pengurus dan dewan penasihat, maka acara hampir mencapai garis akhirnya, yakni sambutan-sambutan, yang dimulai dengan sambutan ketua baru TC periode 2022-2023 oleh Zidan Nailul Haq.

Dalam sambutannya, Zidan meminta bantuan terhadap teman-teman pengurusnya untuk saling bekerja sama dalam “ngurip-nguripi” TC selama setahun ini. “Saya minta tolong kerja samanya kepada dewan pengurus untuk ngeramut TC, ngurip-nguripi TC selama setahun kedepan. Semoga hasil dari ngurip-nguripi TC ini bisa menjadi wasilah kita untuk dianggap sebagai santrinya Mbah Hasyim.” Fariz Baity, selaku dewan penasihat TC periode 2022-2023 yang selanjutnya dipersilahkan untuk memberikan sambutan juga menambahkan bahwa kita semua punya pilihan untuk berfokus di bidang apapun, termasuk organisasi. “Life is choice. Karena masisir sekarang sudah terpeta-petakan: ada yang menonjol di bidang akademis, dan ada juga yang terkenal di bidang non-akademisnya. Maka tidak menjadi masalah kalian mau sibuk di bidang apapun, baik itu berorganisasi, kajian, travel, bisnis, maupun hal lainnya.”
Setelah sambutan dari para pemangku jabatan usai disampaikan, MC memberikan waktu bagi para penasehat dalam menyampaikan beberapa nasihat yang diharapkan dapat menjadi angin segar sekaligus pengingat untuk adik-adik tingkatnya, terutama para dewan pengurus. ”Anak TC itu biasanya slengean. Tapi, se-slenge-slengannya kita, tetap kita harus sadar diri ketika pulang ke Indonesia nanti bahwa kita ini berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang lain. Jangan sampai pas udah pulang nanti, kita kerjaannya ngopi terus. Tetap harus ambil peran dan berkontribusi di tengah masyarakat,” pesan Ali Al-Ghifari sebagai salah satu senior TC, yang selanjutnya dipersilahkan untuk memimpin doa. Acara pun kemudian ditutup oleh MC dengan melanjutkan pembacaan sholawat yang sebelumnya sempat terpotong oleh prosesi pelantikan.
0 Comments