Selasa, 14 Oktober 2023, acara Tasyakuran dan Haflatul Wada’ kembali dilaksanakan di Sekretariat Tebuireng Center, Hayy Asyir. Acara ini diadakan dalam rangka tasyakuran dan doa bersama atas terselesaikannya program studi S1 Universitas Al-Azhar oleh para senior TC, sekaligus momen perpisahan sebelum berpulang ke Tanah Air. Refleksi pribadi agung Nabi SAW turut disampaikan dalam momen ini.
Acara dimulai tepat pada pukul 18.00 waktu Kairo dengan pembacaan Sholawat Maulid Diba’ oleh para personil hadroh Al-Hasyimi TC. Usai pembacaan Sholawat Maulid Diba’, Mas Dzulfikar sebagai MC membuka acara secara resmi sekaligus memandu berjalannya acara. Diisi dengan sambutan oleh Ketua TC beserta para wisudawan, acara ini merupakan momen yang amat berkesan karena mempertemukan keluarga TC lintas angkatan.
Ustadz M. Miqdad Al Ghifari menyampaikan terimakasih sekaligus pamitan, sebagai perwakilan dari para senior yang akan kembali ke Tanah Air. Ia berharap semoga kepulangannya membawa banyak ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat nanti dan semoga hubungan keluarga Tebuireng Center terus berlanjut sampai kapanpun.
Ustadzah Nurul Muayyadah menyampaikan permohonan doa untuk beliau agar diberikan kesehatan mata dan teman-teman agar diberikan ilmu yang bermanfaat sekaligus dilancarkan semua urusannya, terutama untuk Ustadzah Titik dan Ustadzah Hilda untuk kelancaran umroh. Pesan dan motivasi juga disampaikan untuk adik-adik Tebuireng Center agar terus berusaha keras dalam belajar, agar lebih aktif, rukun, kompak, saling mendukung sesama keluarga Tebuireng Center hingga bisa meraih kesuksesan bersama.
Selanjutnya MC memberikan waktu kepada ustadz Farhan Ali Ishaqi sebagai ketua Tebuireng Center untuk memberikan sambutan. Harapan beliau kepada semuanya agar semakin semangat dalam belajar setelah menyaksikan kakak-kakak Tebuireng Center sukses bergelar Lc. di Universitas Al-Azhar. Selanjutnya ia meminta kepada seluruh wisudawan-wisudawati agar menyampaikan kesan dan pesan selama menghadapi perjuangan hingga sukses meraih Lc. di Universitas Al-Azhar.
Lika-liku perjuangan para wisudawan disampaikan pada malam tersebut sebagai bentuk motivasi kepada adik-adik agar lebih giat mewujudkan kesuksesan. Beberapa kesan yang disampaikan diantaranya; banyak yang mengalami tantangan dalam memanajemen waktu, ada yang sampai harus mengulangi tingkat kuliah karena berapa hal. Kejadian-kejadian seperti ini adalah hal yang biasa terjadi sebagai tantangan seseorang untuk meraih kesuksesan.
Pesan-pesan dari para wisudawan-wisudawati pun disampaikan, diantaranya: jaga niat belajar dengan benar jangan sampai niat hanya ingin mencari sebutan gelar Lc biar bisa terlihat keren di mata orang lain, hal tersebut bisa mengurangi keberkahan kita dalam menuntut ilmu. Selain itu harus benar-benar menjaga pergaulan, harus bisa menyesuaikan lingkungan dengan pola belajar kita supaya bisa belajar dengan baik. Tak luput, ustadz Alfan memberikan nasihat agar ketika datang ngaji jangan hanya berniatan untuk mencari berkah saja, namun yang lebih diutamakan mencari ilmu, karena keberkahan ngaji itu pasti ada. Disampaikan juga oleh ustadz Maulana Thalia “Kita jauh-jauh dari indonesia ke Mesir, disini sangat banyak majelis ilmu dengan masyayikh jangan disia-siakan, kembali lagi ke tanah air harapannya tidak cukup hanya menjadi ‘Aliim (pandai,cerdas) tetapi kita harus berusaha hingga menjadi ‘Allaamah (sungguh-sungguh pandai, cerdas/ luas wawasannya)”.
Berlanjut acara terakhir, nasihat-nasihat dan doa dari senior Tebuireng Center yang dalam hal ini disampaikan ustadz Ilham Bachtiar, Lc. Pertama, beliau membacakan ayat Al-Qur’an surah Al-Qolam yang berbunyi Wa innaka la’alaa khuluqin ‘adziim yang mengingatkan betapa agungnya Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam ayat tersebut terdapat 3 huruf yang menunjukkan taukid yaitu innaka (sungguh), lam (benar-benar), ‘alaa (di atas) disambung dengan khuluqin ‘adziim (budi pekerti yang luhur/agung). Kalau diartikan lengkap “Sungguh Nabi Muhammad benar-benar berbudi pekerti yang luhur/agung”. Dari sini diambil pelajaran, betapa pentingnya kita meneladani kisah Rasulullah SAW dan alangkah baiknya memperbanyak membaca sirah nabawiyah dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang diharapkan keberkahannya, terutama agar dimudahkan dalam tholabul ‘ilmi. Kedua, pesan sangat penting untuk saling mengingatkan dan peka terhadap diri kita dalam hal kebaikan apapun. Ketiga, Bahwa akhlaq harus benar-benar dijaga, karena ini bisa mempengaruhi kelancaran dalam menuntut ilmu.
Terdapat 15 senior Tebuireng Center yang berhasil menyelesaikan studi S1 pada tahun ini. Yaitu:
1. Alfan Yusuf Mustafa, Lc.
2. Fajrul Falah, Lc.
3. Nur Chaqiqi, Lc.
4. Bika Ittakalna Hammada, Lc.
5. Maulana Thalia Salsabila, Lc.
6. M. Miqdad Al Ghifari, Lc.
7. Muhammad Khoirul Hadiy, Lc.
8. Isti Fitriani, Lc.
9. Ayu Akmalul Husna, Lc.
10. Hilda Nur Fitriyah, Lc.
11. Titik Fitriyah, Lc.
12. Nuril Hidayati, Lc.
13. Nurul Muayyadah, Lc.
14. Irfaul Munawaroh, Lc.
15. Rohmatul Maula, Lc.
Momen pada malam ini sangat berkesan dan penuh antusias sebagai bentuk apresiasi keluarga TC terhadap para senior yang sukses. Saling bertukar cerita dan terdapat banyak pelajaran dan motivasi untuk lebih giat mewujudkan impian di Mesir ini. Semoga kepada para wisudawan-wisudawati yang waktunya kembali ke tanah air tercinta dan terjun ke masyarakat mampu menjalankan amanah ilmu dengan baik. Untuk yang lanjut seleksi masuk program S2 , semoga Allah mempermudah jalannya. Semoga setiap tahunnya kualitas keluarga Tebuireng Center terus meningkat. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.